bersama secangkir kopi, saya meladeni malam malam terakhir sebagai manusia pada usia yang masih bersisa. tenang . dingin . bersama sekeping roti yang masih belum dijamah . menanti untuk dihurung semut kecil yang tidak mengenal lelah mencari secebis rezeki. mata terpaku di skrin . memerhatikan gelagat manusia. bermacam macam. ketawa kecil . aneh . berkata kata seolah dia mengetahui segalanya . sehingga satu peringkat , saya ketawa menyaksikan kebodohannya.
manusia . kebenaran itu di depan mata . usahlah terhijab untuk melihatnya. rendahkan dirimu kerana meninggi diri itu seperti keadaan keldai yang sombong -( surah al - lukman-) . bukalah mata kita . kita manusia yang telah ditipu . rungkaikan semuanya . jgn jadi d seperti diriku . seolah sebuah gelendong benang . tangan ghaib itu telah merungkaikan .merentap sekuat hati hingga kembali kusut . kemudian gelendong benang itu yand diibaratkan seperti keadaan ku kemudianyya disesak dan diragut ke lembah ribut , dihentam ke dalam lopak yang jijik . lemah , tiada siapa yang merungkaikan . sendirian .
look around
where do you belong ,
dont be afraid
youre not the only one
dont let the day go by
dont let it end
dont let the day go by in doubt
the answer lies within.
the answer lies within - dream theater-
its not death , but silence do us apart.
No comments:
Post a Comment
sapa suruh komen ? HAHA